MAIN RESPONSIBILITY OF WAREHOUSE

Morning good people! I early wake up today because I have to complete something. Salah satunya postingan ini. Have you ever hear about the warehouse? If you had read my previous article about the procurement process before, you certainly know! nah peran warehouse ini ada pada tahap 6 tepat nya dibagian good receipt. Untuk lebih jauhnya tentu kita harus tahu dulu apa itu yang dimaksud warehouse.

Warehouse merupakan pekerjaan yang relevansinya terkait dengan penyimpanan barang baik untuk produksi (raw material) ataupun hasil produksi (final product) dalam jumlah dan rentang waktu tertentu yang kemudian didistribusikan ke lokasi yang dituju berdasarkan demand.

There are a lot of problem and challenge in the warehouse area, however mostly and generally dalam hal operasionalnya adalah tentang accuration of moving items dan perhitungan rentang waktu penyimpanan items. We needed just not good activity control of moving items and also good document management untuk meningkatkan efisiensi penggunaan warehouse agar jumlah dan rentang waktu barang disimpan dalam minimum cost or considering with planning.

Warehouse Management System atau biasa disebut WMS merupakan pengelolaan dari aktifitas yang saling terkait dalam aktifitas penyimpanan barang sementara, yang mana terdapat beberapa point yang menjadi fokus WMS yaitu:
  1. Warehousing activity
  2. 5 S/ Kaizen
  3. Inventory management
  4. Dead stock management
  5. Stock opname
  6. Inventory control system/ Purchase order management
  7. FIFO system
WMS yang modern sangat memerlukan pelibatan teknologi informasi untuk membantu pengawasan pergerakan barang masuk, pergerakan dalam warehouse dan barang keluar. Sistem informasi disini ialah ERP (Enterprise Resource Planing). Ada beberapa ERP system yang pernah saya coba diantaranya Oracle, Odoo and also SAP Pengawasan dengan menggunakan sistem, memberikan kemudahan pengelolaan dan nilai tambah warehouse, yaitu:
  • Memudahkan pengelola warehouse memberikan informasi availability suatu barang kepada bagian PPIC or delivery so that availability items keep on safe level.
  • Penempatan barang yang ditentukan oleh sistem sehingga memudahkan penyimpanan, pengambilan dan perhitungan stok
  • Mengurangi lead time dari aktivitas penyimpanan barang dan pengiriman barang
  • Ketersediaan beragam informasi mengenai level barang and utility of warehouse yang mana tentu ini akan memudahkan analisis untuk menyusun strategi penggunaan warehouse yang lebih efisien
Main responsibility a Warehouse employee
  • Complete delivery  and storage items melalui pengolahan dan perintah pemuatan sesua dengan regulasi dan peraturan yang ada.
  • Mengontrol dan bertanggung jawab atas penyimpanan barang dari kehilangan, pencurian, kebakaran dan keusangan akibat barang telah expired.
  • Bertanggung jawab atas pelaksanaan bongkar muat barang di gudang (good recept process) starting from document inspection, transit area, quality inspection, quantity inspection, compete administration until handling process dan juga ikut menandatangani surat penerimaan barang dan surat jalan (delivery order).
  • Ikut terlibat dalam mengatur skema rencana perjalanan yang merunut pada Peraturan Direktur Jendral Perhubungan Darat Nomor: SK.726/AJ. 307/DRJD/ 2004 khususnya pada BAB II yang mengatur mengenai regulasi tata cara pengangkutan alat berat itu sendiri.
  • Melakukan stock opname per periode yang telah ditentukan (generally per 3 month) dan juga melakukan evaluation performance of vendor
  • Bertanggungjawab atas kebersihan dan kerapian di dalam area gudang barang.
  • Bertanggungjawab atas ketepatan laporan gudang
Nah pada procurement process sendiri jika ada barang yang memang tidak sesuai baik dari segi spesification, quality or location apakah bisa di retur/ kembalikan? The answer is... yes, of course! Tentu bisa. Sejak pertama kali dilakukan good receipt tentu bagian warehouse sangat wajib untuk melakukan inspeksi dan apabila dari hasil pengecekan tersebut barang dianggap reject dan bisa dikembalikan ke vendor dengan menambahkan return delivery slip pada dokumennya. Selain itu jika barang yang diterima terjadi kesalahan baik secara spesifikasi ataupun lokasi pengirimannya maka bisa dilakukan reversal dan pastinya good receipt tidak akan diterima. Setelah itu jika barang sudah diterima pastikan anda langsung mengupdate data di ERP system anda baik dari material master, purchase order maupun purchase history-nya.

It's time to bring this article to a close. Thank for your attention guys! 😊

We Are Member of:

Industrial Engineering:

Blog:

Attention for every visitor!

Silahkan like, comment, share and subscribe sebagai bentuk dukungan agar kita bisa terus membagikan informasi yang yang berguna untuk semuanya. Karena satu klik saja akan sangat berarti bagi kita. -Arif (Founder Sentimen Info)

We are supported by

Instagram Content