WHO IS RESPONSIBLE FOR DELAY IN THE PROJECT?

Hallo, salam unity! Kali ini admin dapet pertanyaan seputar Procurement. Apabila ada case dimana pekerjaan konsultan pengawas konstruksi dengan jenis kontrak lumpsum terdapat peristiwa adanya keterlambatan fisik pekerjaan yang disebabkan oleh kontraktor pelaksana (jenis kontrak gabungan harga satuan dan lumpsum). Nah, apakah konsultan pengawas wajib untuk membayar denda keterlambatan fisik pekerjaan juga sebagaimana sama nominalnya seperti denda yg diberikan kepada kontraktor pelaksana?

Jawabannya yaitu tergantung apa yang tertuang dalam Kontraknya. Pada dasarnya semua kontrak yang disepakati pastinya telah tertuang dalam Service Agreement. Sebelum menuangkan dalam kontrak berdasarkan asas pacta sunt servanda, pastikan anda telah meriset dulu apakah di Permen PUPR/ peraturan lain hal tersebut ada aturan atau regulasi yang jelas. Satu lagi bahwa, pastinya setiap jajaran management berharap sebisa mungkin terhindar dari denda tersebut maka strateginya agar tidak wajib membayar apabila, pihak konsultan dapat memberikan bukti bahwa mereka sudah memperingatkan pelaksana proyek agar menepati schedulle. Sedapat mungkin official letter dari konsultan kepada pelaksana proyek di cc (Carbon copy) kepada owner proyek. Terkadang jika ada kendala yang seperti ini dilakukan meeting bersama agar semua tahu permasalahan yang tengah dihadapi begitupun solusinya.

Sekian semoga bisa menambah wawasan rekan-rekan semua, see you!

We Are Member of:

Industrial Engineering:

Blog:

Attention for every visitor!

Silahkan like, comment, share and subscribe sebagai bentuk dukungan agar kita bisa terus membagikan informasi yang yang berguna untuk semuanya. Karena satu klik saja akan sangat berarti bagi kita. -Arif (Founder Sentimen Info)

We are supported by

Instagram Content