CAN I STILL LIVE WITHOUT A PAPER NOW?


Era millenial merupakan generasi yang memberikan banyak perubahan dalam berbagai sektor. Bukan hal yang mudah memang untuk dapat mengikuti zaman yang begitu dinamis ini, which is semua ingin menjadi lebih baik dengan terus melakukan continues sustainable improvement karena apabila hal tersebut tidak dilakukan maka bisa dipastikan ia akan terseleksi dengan sendirinya. Bisa dibayangkan bukan begitu luar biasanya persaingan saat ini? Bagaikan tengah mengikuti perlombaan maraton dimana semua terus berlari secara konsisten untuk bisa menggapai asa menjadi yang terbaik.

Adapun perubahan-perbuahan tersebut mulai dari segi pendidikan, moral & budaya, etika kerja, ketahanan mental dan juga penggunaan teknologi. Faktanya disatu sisi hal tersebut memberikan banyak inovasi yang membuat suatu pekerjaan menjadi lebih mudah biarpun dengan mengorbankan pekerjaan lain yang sudah ada menjadi punah. Namun disisi lain terdapat pula efek negatif yang tidak bisa ditampik seperti sulitnya orang tua kita mengikuti perkembangan era sekarang yang menyebabkan sering terjadinya miss comunication diantara mereka. Dalam hal ini tentu tidak melulu harus dipandang dari perspektif efektifitas namun harus mempertimbangkan pula aspek nilai moral dan budaya karena bagaimanapun sekarang ini kita masih ada di titik transisi dimana tidak semuanya sektor di dominasi oleh Gen Y, masih banyak pula pendahulu-pendahulu dari Gen X dan Baby Boomer yang masih eksis dan kita harus menyesuaikan hal tersebut.

Lalu banyak hal sekarang ini dengan cepatnya menajdi heboh salah satunya ialah mengenai isu Go Green yang tidak lepas pula perannya dari para millenial tersebut yang ahli dalam membuat suatu trending topic. Tengah menjadi polemik saat ini ialah pembatasan penggunaan kertas atau sering disebut program paperless. Karena banyak yang beranggapan bahwa selama ini dengan adanya produksi kertas merupakan penyebab utama hilangnya sebagian besar hutan di dunia karena kita sama-sama tahu bahwa raw material utama dari kertas ialah pulp (bubur kayu). Lalu timbul pertanyaan, apa yang akan terjadi apabila kertas dihilangkan dari aspek kehidupan manusia? Apakah kita bisa hidup tanpa kertas? Tentu jawabnnya adalah tidak. Biapun sekarang ini banyak inovasi yang dibuat mengenai cara penyampaian informasi, namun tidak semua bisa disubtitusi. Termasuk masalah penggunaan kertas ini.

Sebagai contoh dilingkungan sosial tempat tinggal kita tinggal, sudah menjadi kebiasaan umum apabila akan mengadakan pesta baik pernikahan, ulang tahun atau apapun pasti sering menggunakan surat undangan. Mengapa demikian? Karena mereka beranggapan bahwa ini merupakan jenis undangan pribadi sekaligus penghormatan dari pihak pengundang kepada yang di undang agar ia bisa datang di acaranya. Namun lihat dewasa ini, sedang marak trend mengundang via forum jejaring sosial seperti contohnya Whatsapp Group. Lalu apakah itu efektif? Efisien mungkin iya, namun untuk dibilang efektif faktanya tidak. Dalam beberapa kasus ada seseorang memutuskan untuk left group setelah ia posting undangan pernikahan di group namun ternyata tidak ada satupun member group yang merespon, parahnya lagi mayoritas tidak datang di hari H acara tersebut berlangsung. Lalu ada juga salah satu rekan saya yang pernah marah dan memasang emoticon sedih karena tidak ada satupun rekannya yang datang saat acara resepsi berlangsung setelah sebelumnya ia memposting undangan melalui Whatsapp Group 1 hari sebelum acara berlangsung, kebanyak alasannya adalah karena bentrok dengan undangan lain yang lebih dulu sampai informasinya ataupun acara keluarga lain karena pada umumnya resepsi dilakukan pada weekend dan semua orang pasti sudah membuat planning bagaimana ia dan keluarga menghabiskan waktunya di hari tersebut. Then, what is the wrong with this manner? Mungkin apabila etika penyampaiannya diperbaiki lagi, permasalahan ini dapat dihindari. Hanya saja akan lebih bijak tentunya jika kita kembali kepada cara sebelumnya untuk menghindari persepsi bahwa undangan tersebut bukan untuk khalayak melainkan lebih kepada undangan pribadi sehingga yang diundangpun merasa dirinya eksklusif.


Adapun contoh lain ialah penggunaan produk berjenis kertas di lingkungan pekerjaan atau aktivitas kita sehari-hari, seperti transaksi baik untuk jenis uang konvensional maupun di bank dan berkas laporan diperusahaan. Mengapa kertas masih digunakan? Padahal kan sekarang ini sudah banyak yang menawarkan sistem terintegrasi yang menyajikan kemudahan dalam penyampaian informasi. Namun kembali lagi seperti penjelasan tadi bahwa segmentasi nya bukan hanya pada kemudahan tapi ada hal lain pula yang perlu di pertimbangkan. Salah satunya ialah dari segi keamanan data, baik nasabah maupun arsip perusahaan.

Maka dari itu selain kita harus mengapresiasi bahwa inovasi yang ada saat ini sangat memberikan kemudahan bagi setiap aktivitas kita namun tidak bisa semerta-merta menghilangkan ide yang telah ada sebelumnya. Dari permasalahan diatas bahwasanya jelas selain data pada sistem diperlukan juga adanya backup di media lain salah satunya ialah media cetak atau tulis. Seperti Kertas PaperOne yang merupakan kertas dengan kualitas premium yang telah teruji hasil cetaknya. Selain itu kenapa harus memilih Kertas PaperOne? Karena bahan baku Kertas PaperOne disuplai langsung oleh supplier PT RAPP (unit bisnis APRIL Group) yang merupakan perusahaan penghasil pulp tebesar. Selain itu bisnis yang dibangun selalu sesuai regulasi yang ada berdasarkan Kebijakan Pengelolaan Hutan Berkelanjutan (Sustainable Forest Management Policy). So, apabila kalian ingin tetap produktif di era Millenial ini tanpa harus mengkesampingkan nilai-nilai yang ada juga ikut serta dalam pelestarian lingkungan maka pilihlah produk yang sudah terjamin perizinannya dari hulu hingga ke hilir seperti Kertas PaperOne ini. Thanks for your attention!

We Are Member of:

Industrial Engineering:

Blog:

Attention for every visitor!

Silahkan like, comment, share and subscribe sebagai bentuk dukungan agar kita bisa terus membagikan informasi yang yang berguna untuk semuanya. Karena satu klik saja akan sangat berarti bagi kita. -Arif (Founder Sentimen Info)

We are supported by

Instagram Content