PENDIDIKAN SEBAGAI PILAR DALAM EKSISTENSI KEMAJUAN BANGSA


Beragam kebijakan kini telah banyak diupayakan oleh berbagai pihak sebagai langkah memajukan bangsa. Mulai dari sektor ekonomi, kedaulatan, pendidikan dan lain-lain telah silih berganti dilakukan perombakan, namun nyatanya perubahan itu tidaklah signifikan. Lalu sebetulnya apa kunci apabila bangsa ini ingin tetap menjaga eksistensinya dimata dunia? Jawabannya adalah pendidikan atau edukasi, mengapa demikian? Bukankah kita memiliki kekayaan yang berlimpah? Untuk apa menjadi seorang pelajar yang berprestasi? Bukannya banyak juga dari mereka yang memiliki title pendidikan tinggi namun pada akhirnya tetap menjadi sorang jobless? Mungkin inilah yang ada dibenak sebagian besar masyarakat kita tentang peran dan fungsi dari pendidikan, maka dari itu untuk mempermudah pemahaman yang cenderung keliru tersebut mari sama-sama kita simak penjelasan pada paragraf dibawah ini, let's check it out!

Gambar 1.1. Proses belajar di salah satu sekolah dasar di Kabupaten Bogor
Source: SDN 02 Ciangsana

Pertama kita harus mengenal terlebih dahulu yang dinamakan pelajar. Pelajar merupakan seorang yang ditugaskan menuntut ilmu dari jam 07.00 pagi hingga 15.00 setiap harinya terutama semenjak ada kebijakan fullday school mungkin jam tersebut bisa bertambah. Berat memang namun orang tua kita selalu berkata bahwa pendidikan itu hal yang harus dikejar demi masa depan yang terjamin, biarpun ada juga orang tua yang memiliki perspektif berbeda. Mereka beranggapan bahwa pendidikan bukan merupakan prioritas dibandingkan kebutuhan untuk menyambung hidup, motif paling sering dari orang tua yang memiliki perspektif seperti ini ialah ekonomi. 

Lalu yang kedua adalah mahasiswa. Disebut sebagai penyambung lidah rakyat dalam mengawal demokrasi. Namun faktanya, baik pelajar ataupun mahasiswa sama-sama terkungkung oleh paradigma pendidikan yang kolot dan kuno dimana kaum peserta didik ditempatkan sebagai objek, bukan subjek dalam proses transfer ilmu itu sendiri. Siswa dan mahasiswa didikte dalam proses belajar mengajar, bukan diberi kesempatan mengutarakan gagasan pikiran yang orisinil.

Jadi bisa dibilang kerangka berpikir tentang pendidikan di Indonesia ini benar-benar harus di evaluasi dari berbagai pihak, baik mereka yang berperan sebagai decision maker ataupun masyarakat itu sendiri. Sejak dahulu, berpuluh puluh kali kurikulum berganti namun pada praktiknya? siswa didiklah yang menjadi korban dari ketidaktahuan instansi terkait dalam memajukan anak bangsa itu sendiri. Siswa dipaksa belajar 8 jam sehari dengan mata pelajaran yang berbeda. Memang hal itu secara tidak langsung membuat standart pendidikan kita lebih tinggi dari negara lain pada rata ratanya namun dampaknya psikis siswa yang ditekan terus menerus bisa menyebabkan stress yang berkepanjangan.

Lembaga – lembaga pendidikan seolah menutup mata akan hal ini dan menjadikannya sebagai tradisi turun menurun dalam proses belajar mengajar. Hal ini tidak bisa dibiarkan karena akan menyengsarakan generasi yang akan datang dimana seharusnya mereka bisa berinovasi seluas–luasnya namun malah dikebiri lewat instansi pendidikan itu sendiri. Pendidikan pada dasarnya digunakan sebagai bekal sebelum para peserta didik hidup dan berkembang diruang lingkup masyarakat secara umum. Untuk itu diperlukan sebuah terobosan dalam dunia pendidikan, karena apabila hal ini dibiarkan lambat laun akan mengeneralisir dan menutup potensi setiap individu itu sendiri.

Gambar 1.2. Identitas dalam membangun karakter anak bangsa
Source: SDN 02 Ciangsana

Akhirnya bisa dibilang langkah yang hanya berorientasi pada peningkatan rata-rata standar mutu ini kurang tepat, karena akan merenggut peran masing-masing anak ditiap keluarga. Berdasarkan UU Republik Indonesia No. 2 Tahun 1989 tentang Sistem Pendidikan Nasional pasal 3 yang berbunyi “Pendidikan Nasional berfungsi untuk mengembangkan kemampuan serta meningkatkan mutu kehidupan dan martabat manusia Indonesia dalam rangka upaya mewujudkan tujuan nasional”. Hal ini menjelaskan bahwa pendidikan adalah sarana penting untuk meningkatkan sumber daya manusia dalam pembangunan skala nasional. Tokoh nasional Ki Hajar Dewantara juga menyebutkan, “ Satu-satunya yang dapat mengubah nasib suatu bangsa hanyalah pendidikan”

Dengan demikian jelaslah bahwa pendidikan adalah suatu yang sangat penting dan mutlak bagi manusia karena perkembangan pendidikan sangat berpengaruh terhadap perkembangan suatu negara. Lalu, di era globalisasi saat ini pendidikan juga merupakan unsur pengukur tingkat perkembangan suatu bangsa. Selain kemajuan di bidang sosial, ekonomi, budaya dan tekonologi, perkembangan suatu negara juga dapat dilihat dari investasi sumber daya manusia yang berkualitas. Dan untuk meningkatkan manusia yang berkualitas dibutuhkan pendidikan yang berkualitas pula.

Pendidikan dan pembangunan merupakan suatu proses yang saling mengisis satu sama lain. Proses pendidikan menempatkan manusia sebagai starter, karena pendidikan mempunyai tugas menghasilkan SDM yang berkualitas untuk pembangunan bangsa. Salah satu cara mudah untuk memprediksi masa depan bangsa adalah dengan berkaca pada sistem pendidikannya. Bangsa yang memiliki sistem pendidikan bermutu dapat diperkirakan menjadi bangsa yang kuat dan berdaya saing tinggi. Dengan logika seperti itu, jelas bahwa pendidikan yang bermutu adalah elemen penting bagi kemajuan suatu peradaban bangsa. Membangun sistem pendidikan bermutu adalah satu-satunya cara untuk membangun bangsa yang berperadaban tinggi.

Namun seakan menjadi rahasia umum bahwa untuk menuju pendidikan yang berkualitas tersebut tidak semudah yang dibayangkan. Banyak orang yang berbicara mengenai problematika dunia pendidikan di Indonesia. Perhatian dan peran pemerintah terhadap pendidikan pun masih sangat minim. Adapun masalah pendidikan di Indonesia yang belum dapat ditangani dengan baik, yaitu infrastruktur dan suprastruktur pendidikan yang tidak memadai, biaya pendidikan yang cukup mahal, UU Pendidikan yang kacau serta masalah yang paling krusial mengenai tenaga pengajar yang kurang professional dari segi akademik maupun pengalaman.

Indonesia memiliki potensi yang amat besar untuk maju dan bersaing dengan negara maju, tetapi jika sistem pendidikan tidak segera dibenahi maka negara ini akan tertinggal semakin jauh. Sistem pendidikan di Indonesia saat ini belum memberikan reward atau lebih tepatnya tanda jasa kepada guru, padahal guru merupakan kunci utama dalam memajukan dunia pendidikan. Reward tersebut tidaklah hanya sebatas pada tunjangan atau nominal lain, melainkan lebih kepada berbagai fasilitas yang bisa dimanfaatkan oleh setiap guru dalam tahap pembelajarannya. Karena situasi saat ini sangatlah dinamis, menuntut berbagai pihak untuk selalu melakukan sustainable improvement di bidang apapun apabila ingin tetap survive, termasuk di sektor pendidikan yang berperan sebagai garda terdepan dalam menciptakan sumber daya manusia yang mampu bersaing.

Dan khusus untuk kamu yang memang barambisi untuk menjadi seorang sumber daya unggulan dengan memanfaatkan potensi yang ada, salah satunya ialah mengikuti kursus sesuai minat dan bakat. Seperti EduCenter ini, yang telah mengembangkan konsep pembelajaran sesuai kebutuhan masyarakat yang ada sekarang. Dimana konsep Edu Center ialah dengan mengumpulkan berbagai macam kursus pendidikan ternama dan juga kursus yang dapat membantu kreatifitas dan aktifitas murid-murid di dalam satu gedung, akan meningkatkan efektifitas waktu dan fokus murid-murid. Sedangkan untuk para orang tua murid, Edu Center akan meningkatkan efektifitas biaya dan waktu serta meningkatkan faktor kenyamanan ketika mendampingi anak-anak. Bayangkan jika Anda mempunyai dua atau tiga anak yang harus Anda antar dimana masing-masing mengambil kursus di tiga tempat berbeda dan pada waktu yang berbeda juga. Bandingkan dengan Anda yang hanya cukup mengantarkan mereka ke Edu Center saja. Gedung Edu Center dibangun dengan design arsitektur yang modern, menarik, unik dan juga berkelas serta dipadukan dengan nilai-nilai estetika yang diharapkan dapat juga melekat di dalam diri murid-murid yang beraktifitas di Edu Center.

Dari pemaparan diatas sudah jelas bahwa bukan hanya kebijakan yang dibuat oleh seorang decision maker dalam hal ini adalah pemerintah sangatlah krusial, melainkan antusiasme dari para pelajar serta dukungan dari berbagai pihak terdekat yang akan membentuk anak bangsa ini menjadi cikal bakal sumber daya manusia berlabel unggulan. Karena jika kita hanya bicara mengenai kebijakan, Pro dan kontra sudah pasti selalu mengiringi disetiap penerapannya. Ada yang merasa dirugikan tapi disisi lain ada juga yang merasa diuntungkan. Dan yang pasti, apapun regulasinya pendidikan adalah prioritas. Salah besar jika beranggapan bahwa dari sebuah proses pendidikan tidak berbuah apapun. Tidak ada yang salah dengan proses pembelajaran, karena semua ahli saat inipun pernah merasakan menjadi seorang amatir yang tidak tahu apapun. Namun dengan kerja keras, kerja berat dan precision semua itu bisa berbuah manis. Lalui semua prosesnya, keep fighting and take the lesson in every process! #educenter

We Are Member of:

Industrial Engineering:

Blog:

Attention for every visitor!

Silahkan like, comment, share and subscribe sebagai bentuk dukungan agar kita bisa terus membagikan informasi yang yang berguna untuk semuanya. Karena satu klik saja akan sangat berarti bagi kita. -Arif (Founder Sentimen Info)

We are supported by

Instagram Content